FIFA: Dapat Tuduhan Bikin Pelanggaran Hak Asasi Manusia!
2 min read
FIFA: Dapat Tuduhan Bikin Pelanggaran Hak Asasi Manusia! – FIFA, badan pengatur sepak bola dunia yang terkenal dengan semua drama dan skandalnya, lagi-lagi jadi sorotan! Ada laporan baru dari FairSquare yang bikin kita semua ngedrop: FIFA dituduh bikin pelanggaran hak asasi manusia yang super serius!
Tuduhan Kerusakan Sosial Hak Asasi Manusia
Bayangkan aja, laporan ini bilang struktur FIFA itu “cacat” dan bikin banyak kerusakan sosial. Yup, kamu nggak salah denger! Mereka bilang itu “sistematis”, jadi bukan cuma kebetulan. Infantino yang jadi presiden dari tahun 2016, eh, makin parah aja semua ini. Dari skandal korupsi ke “kurangnya transparansi,” FIFA bener-bener kayak acara TV drama yang nggak ada ujungnya.
Laporan setebal 140 halaman ini hasil wawancara lebih dari 100 orang, jadi ini bukan sembarang opini! Mereka menyoroti dampak Piala Dunia 2010 yang kembali ke Afrika Selatan, dan hasilnya? FIFA tuh kayak monster dengan topeng yang bikin bahaya, bukan cuma buat sepak bola tapi juga buat orang-orang yang terlibat.
Jadi, ternyata FIFA gagal total dalam mengatur dirinya sendiri. Masalahnya, mereka juga jadi penyelenggara kompetisi. Ini kayak orang yang jualan sambil nyoba jadi juri. Gimana mau adil?
Sekarang, dengan semua protes dari para pemain dan kritik tentang hubungan FIFA dengan Kerajaan Arab Saudi—yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2034—FIFA lagi terjepit! Bayangkan, pemungutan suara dua turnamen sekaligus. Kira-kira bisa nggak ya ada yang berani protes?
Siapa Sebenarnya FairSquare
FairSquare, si kelompok yang ngomong ini, bener-bener pengen FIFA berubah. Mereka bilang program “FIFA Forward” ini udah kayak jaring laba-laba yang bikin presiden petahana makin kuat, sedangkan transparansi? Nah, itu udah hilang di hutan belantara.
Laporan itu bilang, “FIFA kayak gak pegang kendali atas duitnya. Mereka cuma ngeluarin uang ke asosiasi anggota tanpa peduli sama kebutuhan mereka.” Kayak, loh, jadi ini semua cuma buat beli dukungan politik?
FIFA juga dikritik karena larang “campur tangan politik,” yang bikin pengawasan negara jadi nggak ada. Nick McGeehan dari FairSquare bilang, “FIFA itu kayak segala-galanya sekaligus: pemegang hak komersial, organisasi pengembangan, penyelenggara kompetisi, dan regulator—semua dalam satu kekacauan besar.”
Intinya, FIFA mesti berubah sebelum semua ini bener-bener jadi bencana. Dari pelanggaran hak asasi manusia sampe kekerasan, semua jadi tanggung jawab mereka. Mereka butuh pemisahan pendanaan yang bener-bener bisa mengakhiri sistem patronase yang udah mengakar.
Jadi, itulah kisah FIFA yang nggak ada habisnya. Semoga suatu hari kita bisa lihat sepak bola yang lebih fair dan bebas dari drama-drama konyol ini, ya!