Klub Arsenal ke Zaman Gelap: Gaya Wenger di Era Arteta?
2 min read
Klub Arsenal ke Zaman Gelap: Gaya Wenger di Era Arteta – Halo Football Mania, Kita harus bahas Arsenal yang sekarang udah kayak nonton drama berkepanjangan. Jadi, Mikel Arteta lagi-lagi bawa Arsenal kembali ke masa-masa kelam, berjuang untuk masuk ke Liga Champions kayak jaman-jaman Arsene Wenger. Gila, ya?
Klub Arsenal Nostalgia Zaman Wenger
Dulu, Klub Arsenal tuh identik dengan permainan atraktif. Sekarang? Udah mirip sama gaya Jose Mourinho, tapi tanpa trofi. Arteta tampaknya agak mellow sejak dia nyebut wasit sebagai “aib yang sangat memalukan” setahun lalu. Kayak ngeliat mantan yang nyakitin, kita semua pengen move on, tapi dia tetep ada di timeline kita.
Ketinggalan Jaman: Poin yang Keterlaluan
Dulu, Klub Arsenal dan Manchester City bersaing ketat, tapi sekarang kita udah ketinggalan lima poin dari City. Artinya, kita kembali ke kebiasaan lama, berjuang keras untuk bisa jadi tim dominan, tapi kenyataannya malah makin mirip tim yang defensif dan membosankan.
St James’ Park: Tempat Kecewa yang Akrab
Buat yang belum tahu, Klub Arsenal selalu kesulitan di St James’ Park. Tiga dari empat kunjungan terakhir? Kalah! Tapi Newcastle juga lagi gak oke, dengan hanya dua poin dari lima pertandingan terakhirnya. Mungkin mereka lagi nyari jati diri, sama kayak kita.
Tim Terbaik Newcastle dalam Waktu Lama
Eh, tapi kita harus kasih pujian ke Newcastle. Mereka tampil dengan intensitas yang bikin Arsenal keder. Anthony Gordon dan Alexander Isak beraksi kayak duo superhero, sementara Arsenal justru kalah bersaing. Sedih deh.
Gol Indah tapi Simpel
Nah, gol yang dicetak Newcastle itu simpel tapi memukau. Umpan ke Gordon, dia crossing ke Isak yang sundul masuk. Cemerlang banget! Tapi, Arsenal? Kayaknya salah satu bek kita bisa lebih dekat sama Isak, biar enggak kejadian kayak gini. Mungkin Jurrien Timber bisa lebih cepat nutup, ya?
Arteta dan Pilihan Beraninya
Arteta udah coba strategi baru dengan naruh Leandro Trossard di belakang Kai Havertz, dan Bukayo Saka serta Gabriel Martinelli di sayap. Tapi, kita semua tahu kalau kita lagi kehilangan magic dari Martin Ødegaard. Kapan terakhir kali kita lihat Arsenal yang bener-bener menyerang? Nick Pope, kiper Newcastle, sampai-sampai gak perlu kerja keras, saking gampangnya.
Rasa Kepercayaan Diri yang Hilang
Arsenal tuh udah kehilangan kepercayaan diri, dan itu ngeri banget! Dari posisi yang bagus di awal musim, sekarang malah terancam keluar dari perburuan gelar. Ketinggalan delapan poin dari City dan tujuh poin dari Liverpool. Sekarang, kita malah harus khawatir sama Chelsea, Aston Villa, dan Tottenham untuk bisa dapetin tiket Liga Champions. Aduh, siapa sangka bisa segini parahnya?
Kesimpulan: Kapan Arsenal Kembali?
Jadi, apakah kita udah melihat akhir dari era Arteta yang penuh harapan? Atau kita bakal terus terjebak di siklus ini, kayak nonton sinetron yang gak ada habisnya? Mari kita berdoa biar Arsenal bisa bangkit lagi, dan kita bisa kembali ngerasain euforia kayak jaman Wenger!