Cerita Salvatore Schillaci Si Ikon Italia Tahun ’90an
2 min read
Cerita Salvatore Schillaci Si Ikon Italia Tahun ’90an – Halo Football Mania! Siapa sih yang gak kenal sama Salvatore ‘Toto’ Schillaci? Dia ini legenda yang bikin Italia ’90 jadi penuh drama, meski banyak orang yang mungkin baru kenal dia pas Piala Dunia itu. Bayangkan, dari nol jadi pahlawan nasional cuma dalam sekejap!
Awal Cerita Dari Salvatore Schillaci
Jadi gini, Salvatore Schillaci ini lahir di Palermo yang… ya, bisa dibilang enggak beruntung. Dia anak miskin, terus tiba-tiba jadi superstar sepak bola. Kayak Cinderella, tapi dengan bola kaki! Saat Italia jadi tuan rumah Piala Dunia, semua orang mengharapkan bintang-bintang besar, eh, yang muncul justru si Toto ini!
Kalau anda ingat momen Paul Gascoigne nangis karena kartu kuning, di sisi lain ada Salvatore Schillaci yang langsung jadi trending topic saat dia cetak gol pertama di laga melawan Austria. Gila, Baru masuk, eh, langsung header dan merayakannya kayak orang baru menang lotre! Ekspresinya tuh, kayak “Gue nggak percaya ini terjadi!” dan itu bikin semua orang terbahak.
Awalnya sih, Schillaci ini dipandang sebelah mata. Dia debut di timnas Italia umur 25 tahun, telat banget kan? Tapi abis jadi juru selamat melawan Amerika, dia jadi pasangan duet maut sama Roberto Baggio. Berita di koran pun langsung berjudul “Italia Dalam Delirium dengan Schillaci dan Baggio.” Keren abis!
Schillaci terus bikin kejutan, dari mengoyak jala lawan Uruguay sampai mencetak gol penentu melawan Irlandia. Gak mau kalah, dia juga ngasih gol di semifinal meski akhirnya Italia harus pulang lewat drama adu penalti. Tapi, enggak masalah, dia udah jadi pahlawan dengan enam gol dan juara sepatu emas!
Kerja Sama Apik Sesama Legenda
Jadi, setelah Italia merayakan kemenangan melawan Inggris di perebutan tempat ketiga, Salvatore Schillaci dapat kesempatan untuk mencetak gol lagi. Baggio, si legenda itu, malah kasih kesempatan buat Toto jadi top scorer. Gila kan, ini baru namanya sahabat sejati!
Sayangnya, meski kariernya di Piala Dunia gemilang, performa klubnya justru menurun. Dia pindah ke Inter Milan, tapi sayang, cedera bikin semua impian itu hilang. Akhirnya, dia pensiun di Jepang dan balik ke Palermo dengan gaya yang humble, nyetir skuter kemana-mana.
Jadi, intinya, kisah Schillaci ini enggak hanya tentang gol dan juara, tapi tentang bagaimana dia bisa jadi inspirasi buat banyak orang. Kapan lagi bisa ngerasain jadi bintang hanya dalam satu turnamen? Momen-momen itu pasti bakalan terus dikenang, apalagi si “mata liar”nya yang bikin semua orang ngakak setiap kali diingat.
Jadi, guys, inget ya, meskipun anda bisa jadi superstar, jangan lupa dari mana asalmu. Siapa tahu, dengan usaha dan sedikit keberuntungan, anda bisa jadi legenda seperti Schillaci!